Satelit Teknologi Tinggi Akan Segera Dibangun Oleh Pemerintah

Keindahan Hongkong Dilihat Dengan kereta Gantung
February 5, 2019
Cara Ampuh Cegah Kanker Serviks
February 6, 2019

Satelit Teknologi Tinggi Akan Segera Dibangun Oleh Pemerintah

http://kursusinggrispare.com/ — Satelit adalah bulan, planet atau mesin yang mengorbit planet atau bintang. Misalnya, Bumi adalah satelit karena mengorbit matahari. Demikian juga, bulan adalah satelit karena mengorbit Bumi. Biasanya, kata “satelit” mengacu pada mesin yang diluncurkan ke ruang angkasa dan bergerak di sekitar Bumi atau benda lain di ruang angkasa. Bumi dan bulan adalah contoh satelit alami. Ribuan satelit buatan, atau buatan manusia, mengorbit Bumi. Beberapa mengambil gambar planet yang membantu ahli meteorologi meramalkan cuaca dan melacak badai. Beberapa mengambil gambar planet lain, matahari, lubang hitam, materi gelap atau galaksi yang jauh. Gambar-gambar ini membantu para ilmuwan lebih memahami tata surya dan alam semesta. Satelit lain masih digunakan terutama untuk komunikasi, seperti sinyal TV dan panggilan telepon di seluruh dunia. Sekelompok lebih dari 20 satelit membentuk Global Positioning System, atau GPS. Jika Anda memiliki penerima GPS, satelit-satelit ini dapat membantu mengetahui lokasi persis Anda.

Baca Juga : Kursus Bahasa Inggris

Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang mengupayakan satelit multifungsi yang akan selesai dibangun pada 2023 mendatang untuk meratakan internet cepat di Indonesia. Direktur Utama Bakti, Anang Latif saat acara penandatanganan kerja sama penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi mengumumkan, proyek tersebut akan dinamai Satria, kependekan dari Satelit Republik Indonesia. Satria akan menjadi andalan bagi daerah-daerah yang sulit terjangkau jaringan kabel serat optik untuk terhubung ke internet cepat. Pemerintah akan membangun satelit dengan teknologi High Throughput untuk menghadirkan internet cepat. Pertimbangan menggunakan satelit multifungsi ini didasari oleh faktor efisiensi biaya dan cakupan yang luas.dari Bakti dinilai bisa menghemat biaya untuk menghadirkan internet cepat jika menggunakan satelit High Throughput.

BAKTI menyatakan dengan satelit konvensional, mereka menggelontorkan uang sewa sebesar Rp18 juta untuk setiap megabite per detik (Mbps). Sementara itu, dengan satelit Ku-band, angkanya turun menjadi Rp6 juta per Mbps. Dengan satelit multifungsi berbiaya per Mbps, dapat menjadi lebih murah yaitu Rp1 juta per Mbps. “Satelit ini menjawab persoalan konektivitas. Ke depannya kita bisa mendorong sektor konten dan aplikasi,” kata Anang.

Baca Juga : Info Kursus Bahasa Inggris

Bakti menargetkan tahun ini dapat menandatangani kontrak dan menyelesaikan urusan administrasi agar Satria dapat dibangun mulai awal 2020. Bakti memperkirakan satelit akan selesai dibangun dalam tiga tahun, 2023 satelit ini akan dapat beroperasi. Pemerintah menargetkan dapat menjangkau 149.400 titik yang membutuhkan layanan internet cepat untuk mendukung kebutuhan dalam pendidikan, kesehatan, pemerintahan daerah serta pertahanan dan keamanan.

Pemerintah menyewa satelit milik perusahaan swasta yang berada di atas wilayah Indonesia sambil menanti Satria selesai agar masyarakat di daerah terdepan, tertinggal dan terluar dapat merasakan internet cepat. Lima perusahaan terpilih untuk kerja sama penyediaan kapasitas satelit sebesar 21 Gbps setelah melalui proses lelang, yaitu PT Aplikasinusa Lintasarta, PT Indo Pratama Teleglobal, Konsorsium Iforte HTS, PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Telekomunikasi Indonesia.

Baca Juga : Daftar Kursus Inggris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *