Hindari Mengkonsumi Gorengan Secara Berlebihan

Ini Dia Apa Saja Sih 5 Jenis Garam Yang Paling Populer
January 31, 2019
4 Resep Sup Musim Dingin Untuk Menjaga Agar Anak Anda Tetap Hangat
January 31, 2019

Hindari Mengkonsumi Gorengan Secara Berlebihan

http://kursusinggrispare.com/ — Goreng dalam adalah metode memasak yang umum digunakan di seluruh dunia. Ini sering digunakan oleh restoran dan rantai makanan cepat saji sebagai cara cepat dan murah untuk menyiapkan makanan. Makanan goreng yang populer termasuk ikan, kentang goreng, potongan ayam dan keju, meskipun Anda bisa menggoreng apa saja.

Banyak orang menyukai rasa gorengan. Namun makanan ini cenderung tinggi kalori dan lemak trans, jadi makan banyak dari mereka dapat memiliki efek negatif pada kesehatan Anda. Artikel ini menjelaskan mengapa makanan yang digoreng secara berlebihan tidak baik untuk Anda dan memberikan beberapa alternatif yang lebih sehat untuk dipertimbangkan.

Baca Juga : Kursus Bahasa Inggris

Makanan yang digoreng memang terasa lebih lezat dan menggugah selera. Namun bila dikonsumsi secara berlebihan, makanan yang digoreng dapat memicu timbulnya beragam masalah kesehatan bahkan meningkatkan risiko kematian. Hubungan antara konsumsi makanan yang digoreng dengan risiko kematian diungkapkan dalam sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari University of Iowa. Penelitian ini melibatkan parrtisipan perempuan asal Amerika Serikat berusia di atas 50 tahun.

Para partisipan diminta untuk mengisi kuesioner yang berisikan detail kebiasaan makan. Para partisipan diminta untuk mengungkapkan jenis makanan gorengan spesifik beserta jumlah konsumsinya. Dari data-data ini, tim peneliti membagi makanan gorengan yang biasa dikonsumsi para peserta k dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah ayam goreng tepung, kategori kedua adalah ikan dan makanan laut goreng, lalu kategori ketiga adalah jenis-jenis makanan gorengan lain seperti kentang goreng, taco hingga chip tortilla.

Baca Juga : Info Kursus Bahasa Inggris

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat berbagai penyebab. Hubungan konsumsi makanan yang digoreng dengan risiko kematian akibat masalah jantung juga diketahui sangat kuat. Setelah mempertimbangkan beberapa faktor lain seperti gaya hidup hingga tingkat pendidikan, tim peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi setidaknya satu porsi makanan gorengan per hari memiliki risiko kematian delapan persen lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang tidak mengonsumsi makanan gorengan.

Dari beragam jenis makanan yang digoreng, tim peneliti juga menemukan bahwa ayam goreng tepung memiliki dampak lebih besar terhadap risiko kematian. Partisipan yang mengonsumsi setidaknya satu porsi ayam goreng tepung per hari dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 13 persen akibat berbagai penyebab dan meningkatkan risiko kematian sebesar 12 persen akibat masalah jantung dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi makanan gorengan. Tim peneliti juga mengungkapkan bahwa konsumsi satu porsi ikan maupun kerang goreng per hari dapat meningkatkan risiko kematian akibat berbagai hal sebesar tujuh persen. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 13 persen akibat masalah jantung.

Baca Juga : Daftar Kursus Inggris

“Mengurangi konsumsi makanan gorengan, khususnya ayam goreng tepung dan ikan atau kerang goreng, dapat memberi dampak klinis yang berarti bagi spektrum kesehatan masyarakat,” papar tim peneliti. Meski begitu, tim peneliti menekankan bahwa hasil penelitian ini mungkin tak berlaku untuk populasi berbeda. Pasalnya penelitian atau studi observasi ini secara spesifik hanya berfokus pada perempuan di Amerika Serikat.

Terlepas dari itu, membatasi konsumsi makanan yang digoreng dapat memberi dampak baik bagi kesehatan. Alasannya, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi makanan gorengan secara berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan mempengaruhi kesehatan kardiovaskular.

Baca Juga : Kursus Bahasa Inggris Di Al Azhar Pare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *